Logo Background RSS
Blue Theme Green Theme Pink Theme Black Theme Red Theme

» Bulirkasih

  • India: Para Uskup Menolak Pemberlakuan Hukum Anti-Huj...
    By Bulirkasih on March 2nd, 2010 | No Comments Comments

    Bulir Kasih-Situs Berita Katolik

    Baru-baru ini di India terjadi penghujatan terhadap gambar Yesus yang tersebar pada poster dan cover buku sekolah yang beredar di India. Terkait dengan hal ini Uskup Katolik di India menyatakan keprihatinan terhadap penghinaan gambar Yesus tersebut. Namun demikian, mereka berkata bahwa mereka tidak ingin hukum anti penghujatan diberlakukan.

    Dalam sebuah pernyataan Konferensi Uskup mengatakan: “Kami sangat tersinggung dengan penghujatan terhadap gambar Kristus yang digunakan pada buku-buku sekolah dan poster-poster. Kami merasa sedih dan marah untuk tindakan penistaan tersebut. Kami mendukung tindakan hukum yang diambil oleh pemerintah di negara bagian Meghalaya dan Punjab, terhadap para pelaku. Kami memohon kepada pemerintah pusat, meminta agar pemerintah mempromosikan, melindungi, dan memperjuangkan penghormatan terhadap simbol-simbol keagamaan dari semua komunitas penganut agama di seluruh India. ”

    Gambar tersebut menampilkan Yesus memegang rokok di tangan kanannya dan botol bir di tangan kirinya. Gambar Hati Kudus Yesus tersebut dicetak pada cover buku-buku sekolah. Hal ini membuat para orang tua dan pengajar terkejut melihat gambar tersebut, dan beberapa sekolah “dengan segera” menarik buku tersebut.

    Para Uskup di India telah menyambut baik penarikan buku tersebut dari sekolah-sekolah di India dan proses hukum yang diprakarsai oleh negara bagian Megahalaya (timur laut India) terhadap penerbit, dan juga tindakan yang dilakukan orang-orang dari negara bagian Punjab (barat laut India) terhadap kelompok-kelompok yang telah mencetak dan mendistribusikan poster yang berisikan penghujatan terhadap gambar  Yesus.

    Para Uskup menyambut permintaan maaf secara terbuka pada umum yang dikeluarkan oleh penerbit, Skyline Publications (yang menyatakan bahwa hal tersebut merupakan “kelalaian dan human error” dalam tata letak teks) dan mengekspresikan harapan mereka bahwa insiden seperti itu tidak akan terjadi lagi di masa depan, dalam setiap publikasi manapun yang beredar di negara tersebut.

    Namun, sebuah berita menyatakan bahwa negara bagian Meghalaya sedang mempertimbangkan untuk memberlakukan sebuah “undang-undang anti-hujatan,” Gereja India secara terbuka menunjukkan ketidaksetujuannya, mencatat bahwa hal itu sudah ada dalam KUHP India, dalam sebuah klausul tentang hukuman bagi mereka yang “melukai sentimen keagamaan orang”. Selain itu, mereka juga menambahkan, jenis hukum ini akan terbuka untuk kemudian terdistorsi dan termanipulasi oleh kelompok-kelompok fundamentalis (seperti terjadi di negara tetangga Pakistan), yang tidak mau menggunakannya untuk mencari kebaikan para penganut kepercayaan.

    Foto: cathnewsindia

  • Masa Tahanan Selesai, Pembunuh Paus Akan Hadapi Wajib...
    By Bulirkasih on January 19th, 2010 | 1 Comment1 Comment Comments

    Situs Berita Katolik-Bulir Kasih

    TURKI-Mehmet Ali Agca, seorang yang mencoba melakukan pembunuhan kepada Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1981, telah dibebaskan dari penjara Turki. Setelah Agca menjalani 19 tahun hukuman penjara di Italia dengan tuduhan percobaan pembunuhan, ia juga menjalani 10 tahun hukuman penjara di Turki atas pembunuhan seorang jurnalis.

    Motif yang digunakan Agca dalam usaha pembunuhan Paus masih menjadi misteri. Walaupun ketika ia ditangkap, ia mengatakan bahwa ia bertindak sendirian.

    Pada tahun 1983, setelah percobaan pembunuhan tersebut, Yohanes Paulus menemui Agca dan menyatakan bahwa dia telah memaafkan pria yang mencoba membunuhnya tersebut.

    Beberapa kali kesehatan mental Agca dipertanyakan. Hal ini berdasarkan seringnya ledakan dan pernyataan yang dilontarkannya bahwa dia adalah seorang mesias baru.

    Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada pembebasannya, ia berkata: “Saya menyatakan akhir dunia. Seluruh dunia akan dihancurkan pada abad ini. Setiap manusia akan mati dalam abad ini … Aku adalah Kristus yang kekal.”

    Media Turki mengatakan Agca sekarang untuk dibawa ke fasilitas militer dan kemudian ke rumah sakit yang akan dinilai untuk wajib militer.

    Agca telah dibawa ke sebuah akademi militer untuk dilakukan evaluasi terhadap kesiapannya menghadapi wajib militer. Namun, pengacara Agca mengatakan kliennya kaget dan kecewa saat tahu dirinya akan ikut wajib militer. Agca menyatakan lewat pengacaranya bahwa memanggul senjata bertentangan dengan keyakinan agama dan filsafat. Dan juga ada kesulitan dalam melindungi hidup Agca di tengah banyak orang yang memegang senjata. (BBC/foto: msnmedia)

  • Gereja di Haiti Hancur, Imam Paroki di AS Galang Bant...
    By Bulirkasih on January 16th, 2010 | No Comments Comments

    Situs Berita Katolik-Bulir Kasih

    AS-Caritas, konsorsium internasional yang terdiri atas badan pemberi bantuan Katolik, menawarkan pertolongan pertama dan mendistribusikan tenda dan selimut untuk para korban gempa bumi besar di Haiti. “Kebutuhan adalah untuk tenda untuk tempat penampungan sementara, selimut, pakaian, air bersih, makanan, dukungan psikologis, bahan-bahan pertolongan pertama, obat-obatan, senter dan baterai,” kata Kepala Keadaan Darurat Caritas  Haiti, Yusuf Jonidès Villarson. “Jalan-jalan dan tempat-tempat umum penuh dengan orang-orang yang kebingungan. Kami takut kekerasan akan terjadi jika situasi terus berlanjut. Penjarahan sudah mulai terjadi. Dan, sangat sedikit terlihat kehadiran polisi di sini. ”

    Kardinal Francis George, kepala Konferensi Uskup Katolik Amerika Serikat, dan Uskup Agung Timotius Dolan, ketua dewan Catholic Relief Services, telah meminta para imam AS untuk melakukan pengumpulan bantuan yang kedua di paroki-paroki akhir pekan ini untuk “merespon kebutuhan darurat seperti kebutuhan seperti air, makanan, tempat tinggal dan perawatan medis, serta kebutuhan jangka panjang untuk membangun kembali setelah kehancuran yang meluas, dan kebutuhan rekonstruksi pastoral dan Gereja di Haiti.
    Kardinal Francis George, kepala Konferensi Uskup Katolik Amerika Serikat, dan Uskup Agung Timotius Dolan, ketua dewan Catholic Relief Services, telah meminta para imam AS untuk melakukan pengumpulan bantuan yang kedua di paroki-paroki akhir pekan ini untuk “merespon kebutuhan darurat seperti kebutuhan seperti air, makanan, tempat tinggal dan perawatan medis, serta kebutuhan jangka panjang untuk membangun kembali setelah kehancuran yang meluas, dan kebutuhan rekonstruksi pastoral dan Gereja di Haiti. “