Komunitas Keagamaan Rayakan Ultah Pusat Layanan Gereja
-
Situs Berita Katolik – Bulir Kasih
JAKARTA- Umat Katolik dan organisasi-organisasi agama Budha baru-baru ini bergandengan tangan untuk mengadakan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat miskin sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-50 pusat pelayanan Gereja.Wisma Samadi, pusat pastoral dijalankan oleh Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), selama 50 tahun telah memperbolehkan komunitas agama lain dan denominasi Kristen untuk menggunakan tempatnya untuk rapat dan konferensi.
“Samadi ini terbuka untuk siapa saja yang melakukan kegiatan keagamaan,” direktur pusat layanan gereja Pastor Albertus Sadhiyoko Rahardjo.
Berdasarkan pemikiran ini, Kelompok Karyawan Muda Katolik (KKMK), Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia (Perdhaki), Rumah Sakit St Carolus, dan Dewan Buddhis Indonesia menyelenggarakan acara kesehatan pada 20 Desember lalu. Program ini membantu lebih dari 600 orang miskin setempat, sebagian besar dari mereka beragama Islam.
Jasa pelayanan medis umum yang disediakan termasuk check-up, perawatan gigi dan akupunktur.
Andreas Pangestu, koordinator KKMK, mengatakan program ini dimulai untuk membuat pusat layanan lebih dikenal, khususnya tetangga kami yang Islam.
Untung Suropati, 63, seorang pasien diabetes, memuji daya jangkauannya. “Saya benar-benar menghargai apa yang mereka lakukan. Hal yang baik di sini adalah bahwa layanan ini untuk semua orang, tanpa memandang agama,” katanya.
“Komunitas ini telah memberikan sebuah contoh, saya harap masyarakat lainnya juga akan melakukan hal yang sama.”
Delapan belas dokter, 18 dokter gigi, delapan apoteker dan empat perawat turut ambil bagian dalam acara ini.
Salah satu dokter, Harjastuti Chandito, seorang penganut Buddha, mengatakan dirinya senang bekerja dengan para dokter Katolik, karena umat Budha dan Katolik berada dalam perahu yang sama, memberikan layanan sukarela bagi yang membutuhkan. Kami diajarkan hal yang sama, yaitu kasih, katanya.
Pastor Rahardjo mengatakan pusat layanan ini telah menyelenggarakan beberapa kegiatan Gereja internasional seperti Konferensi South East Asian Major Superiors (SEAMS) beberapa tahun yang lalu.
Dalam pelayanan kepada umat Katolik sendiri, pusat layanan ini telah difokuskan pada program seperti retret, rekoleksi dan pelatihan pastoral, ia menambahkan.








• 




KOMENTAR KITA