Logo Background RSS
Blue Theme Green Theme Pink Theme Black Theme Red Theme

Uskup Underground Xiwanzi Meninggal, Pemakaman Hanya Boleh Dihadiri Tiga Pastor

  • Situs Berita Katolik-Bulir Kasih
    Walaupun daerah Xiwanzi diselimuti salju tebal, ribuan umat katolik berharap dapat menghadiri pemakaman Uskup Leo Yao Liang. Sayangnya, pemerintah melarang dipertunjukkannnya Episkopal insignia milik uskup tersebut, melarang penerbitan berita kematiannya dan hanya memperbolehkan tiga imam untuk menghadiri upacara pemakaman. Pada tahun 2009, 7 Cina uskup meninggal. Sekarang ini, di Cina hanya  tinggal 94 pastor.

    BEIJING- Uskup Koajutor Leo Yao Liang dari Xiwanzi, provinsi Hebei, meninggal di rumah sakit 30 Desember  pada usia 86, hampir satu tahun setelah ia dibebaskan dari penahanan 30-bulan. Pihak berwenang kemudian memperketat keamanan menjelang pemakamannya.

    Sementara itu, Uskup Hou Jinli 93, sedang sakit, menderita diabetes. Bersama dengan Uskup Leo Yao Liang, kedua pejabat tinggi gereja ini tidak diakui oleh gereja terbuka yang diakui pemerintah Cina.

    Kematian Uskup Yao menjadikan jumlah uskup di Cina tersisa menjadi 94 uskup yang ada di seluruh daratan Cina. jumlah tersebut merupakan 38 uskup bawah tanah dan 56 dari Gereja resmi, menurut Anthony Lam, peneliti senior dari Holy Spirit Study Centre di Keuskupan Hong Kong. Seperti yang dikatakan Anthony lam dalam AsiaNews, ia menambahkan bahwa sebanyak tujuh uskup di Cina meninggal pada tahun 2009, termasuk di dalamnya tiga dari bawah tanah (termasuk Yao) dan empat dari Gereja resmi.
    Meskipun China utara sedang diselimuti salju tebal, ribuan umat Katolik setempat berharap bisa menghadiri pemakaman Uskup Yao pada misa di gereja kota Xiwanzi, kabupaten Chongli, provinsi Hebei, tanggal 6 Januari besok. Sumber-sumber setempat mengatakan keamanan publik telah diperketat, mencegah orang dari luar daerah dari menghadiri pemakaman.

    Pejabat pemerintah mengakui Uskup Yao hanya sebagai imam dan dengan demikian hanya akan mengizinkan pemakaman yang dilaksanakan sebagai pemakaman untuk seorang imam bukan sebagai seorang uskup. Hanya tiga imam dari keuskupan yang diperbolehkan untuk merayakan Misa pemakaman, dan umat Katolik setempat tidak diperbolehkan untuk mengeluarkan obituari prelatus tersebut di Gereja.

    Uskup Yao ditahan oleh polisi pada bulan Juli 2006 dan dikembalikan ke gereja pada 25 Januari 2009, pada saat Tahun Baru Cina, setelah 30 bulan penahanan. Sejak saat itu, sang uskup telah berada di bawah pengawasan yang ketat. Uskup Hou di dekat daerah Zhangbei juga turut dimonitor. Meskipun Uskup Yao ini telah mulai membangun sebuah gereja di Xiwanzi, dan baru saja mendirikan sebuah yayasan.

    Uskup Yao lahir pada tahun 1923 dan ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1948 dan secara sembunyi-sembunyi wakil uskup yang ditahbiskan pada tahun 2002. Tubuhnya akan dikuburkan di tempat pemakaman pastor, sekitar 10 menit dari gereja Xiwanzi, di mana almarhum Uskup Melchior Kexing Zhang dari Xiwanzi yang meninggal pada tahun 1988, dan imam lainnya dikuburkan.

    Setelah Uskup Zhang, Uskup Hou secara sembunyi-sembunyi ditahbiskan menjadi uskup pada tahun 1984. Uskup Hou lahir pada 1916 dan ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1943. (AN/ Zhen Yuan)

Leave a Comment